
Banjarmasin, 3 Maret 2026 – Memasuki hari kedua pelaksanaan Pesantren Ramadhan 1447 H, suasana di MI Plus Al-Falah Banjarmasin semakin hangat dengan berbagai aktivitas edukatif yang berfokus pada penyempurnaan ibadah harian dan penguatan akhlak siswa-siswi.
Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari ini dirancang secara terpadu untuk memberikan pemahaman teori sekaligus praktik langsung kepada seluruh santri.
Agenda pagi dibuka tepat pukul 08.30 WITA dengan Sholat Dhuha berjamaah. Usai berzikir bersama, materi inti hari ini difokuskan pada penyempurnaan wudhu sebagai syarat sahnya sholat. Agar materi tersampaikan secara efektif dan sesuai dengan kaidah fikih, sesi ini dibagi menjadi dua kelompok:
Kelompok Laki-laki: Dibimbing langsung oleh Kepala Madrasah, Bapak Mulkan, S.Pd., Gr. Beliau menekankan pentingnya ketelitian dalam membasuh anggota wudhu agar tidak ada bagian yang terlewat.
Kelompok Perempuan: Dipandu oleh Ibu Miss Julytha Nur Rahmi, S.Pd. Beliau memberikan edukasi mendalam mengenai tata cara wudhu yang benar bagi siswi, termasuk adab-adab saat bersuci.
Setelah penyampaian materi, para siswa langsung melakukan praktik wudhu di bawah pengawasan guru pendamping guna memastikan setiap gerakan sudah sesuai dengan tuntunan syariat.
Setelah jeda istirahat sejenak, para siswa diajak untuk menyelami sejarah Islam melalui metode visual yang menyenangkan. Agenda dilanjutkan dengan nonton bareng film kisah Nabi Musa AS. Melalui tayangan ini, siswa diajarkan tentang nilai keberanian, keteguhan iman, dan kesabaran dalam menghadapi ujian, yang sangat relevan dengan semangat menjalankan ibadah puasa.
Memasuki sesi siang, materi beralih ke seni dan syiar Islam yaitu Adzan dan Iqomah. Materi ini dibawakan oleh Bapak Ahmad Maulidan. Beliau memberikan tutorial mengenai nada adzan yang indah namun tetap memperhatikan makhraj dan panjang pendek bacaan. Sesi ini bertujuan untuk melatih kepercayaan diri siswa laki-laki agar berani mengumandangkan adzan di lingkungan tempat tinggal maupun madrasah.


Menjelang waktu Zuhur, para siswa diberikan waktu untuk istirahat sejenak (rebahan) sambil memejamkan mata. Tradisi qailulah ini tetap dipertahankan guna menjaga kebugaran fisik siswa selama berpuasa.
Rangkaian kegiatan hari kedua ditutup dengan Sholat Zuhur berjamaah. Setelah bersalaman dan berdoa, para siswa diperkenankan pulang ke rumah masing-masing dengan membawa ilmu baru tentang kesucian dan syiar Islam.
Bapak Mulkan, S. Pd., Gr., selaku Kepala MI Plus Al-Falah, memberikan penekanan khusus pada kegiatan hari ini. Beliau menyampaikan bahwa pondasi utama dalam sholat adalah kesucian lahir dan batin yang dimulai dari cara berwudhu.
“Anak-anakku sekalian, sholat adalah tiang agama, namun kunci sahnya sholat adalah wudhu yang sempurna. Hari ini Bapak dan Ibu guru turun langsung memantau praktik wudhu kalian karena kami ingin memastikan tidak ada satu pun anggota wudhu yang tertinggal dari basuhan air. Ingat, wudhu yang benar bukan sekadar basah, tapi harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW,” pesan Bapak Mulkan.
Beliau juga menambahkan bahwa melalui tontonan kisah Nabi Musa AS, siswa diharapkan mampu mengambil pelajaran tentang keteguhan hati.
“Tadi kalian menonton kisah perjuangan Nabi Musa. Pesan saya, jadilah anak-anak yang berani membela kebenaran dan sabar dalam menghadapi ujian, termasuk sabar dalam menjalankan ibadah puasa hingga waktu berbuka tiba. Teruslah bersemangat hingga hari terakhir Pesantren Ramadhan nanti,” tambah beliau dengan penuh motivasi.

Beri Komentar