
Banjarmasin, 23 Januari 2026 – Mengawali pagi yang penuh keberkahan, MI Plus Al-Falah (MIPA) Banjarmasin kembali melaksanakan rutinitas Jumat pagi yang khidmat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana penguatan spiritual bagi para siswa, tetapi juga menjadi momentum kepedulian sosial bagi seluruh keluarga besar madrasah.
Kegiatan dimulai dengan pelaksanaan Sholat Dhuha berjamaah yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan staf. Bertindak sebagai imam adalah Bapak Muhammad Saufi, S.Pd. Dalam suasana yang tenang, para siswa tampak khusyuk menjalankan ibadah sunnah ini sebagai pembuka pintu rezeki dan keberkahan belajar.
Setelah sholat, acara dilanjutkan dengan:
Pembacaan Kitab Aqidatul Awwam: Sebagai upaya menanamkan dasar-dasar akidah Islam yang kuat kepada siswa sejak dini.
Lantunan Syair Maulid Habsyi: Mengagungkan Rasulullah SAW melalui selawat dan syair-syair indah, yang menambah semangat mahabbah (cinta) kepada Nabi Muhammad SAW di lingkungan madrasah.
Di sela-sela kegiatan rutin tersebut, Kepala Madrasah, Bapak Mulkan, S.Pd., Gr., menyampaikan sebuah kabar baik sekaligus mengharukan. Beliau mengumumkan bahwa hari ini MI Plus Al-Falah menerima bantuan sembako yang ditujukan bagi siswa-siswi serta dewan guru yang terdampak musibah banjir baru-baru ini.
Bantuan ini merupakan bentuk perhatian dan sinergi dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjarmasin.
“Alhamdulillah, hari ini kami menerima amanah bantuan sembako dari Kemenag Kota Banjarmasin. Bantuan ini segera kami salurkan kepada siswa-siswi dan guru-guru kami yang sedang diuji musibah banjir. Kami sangat berterima kasih atas kepedulian ini, semoga menjadi amal jariyah dan meringankan beban saudara-saudara kita,” ungkap Bapak Mulkan.

Kegiatan hari ini menunjukkan bahwa MI Plus Al-Falah adalah lembaga yang seimbang dalam menjaga hubungan dengan Allah (Hablun minallah) melalui ibadah rutin, serta menjaga hubungan antarmanusia (Hablun minannas) melalui solidaritas sosial.
Adanya bantuan dari Kemenag ini diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi para penyintas banjir di lingkungan madrasah untuk tetap optimis dan bangkit dalam melanjutkan aktivitas pendidikan.

Beri Komentar