Banjarmasin, 2 Maret 2026 – Suasana religius yang kental menyelimuti gedung MI Plus Al-Falah Banjarmasin pada hari ini. Menandai dimulainya bulan suci, madrasah secara resmi membuka kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 H. Hari pertama ini diisi dengan rangkaian agenda padat yang dirancang khusus untuk mendukung penguatan ibadah, kemandirian, serta akhlakul karimah siswa.
Kegiatan dimulai tepat pukul 08.30 WITA dengan pelaksanaan Sholat Dhuha berjamaah. Usai bersujud, para siswa mendapatkan suntikan rohani melalui ceramah yang disampaikan oleh Bapak Muhammad Basri, S.Pd. Dalam tausiyahnya, beliau memaparkan materi tentang Keutamaan Bulan Ramadhan. Beliau mengajak siswa untuk memahami bahwa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar, melainkan momentum emas untuk melipatgandakan pahala dan melatih kesabaran.

Salah satu poin unik pada hari pertama ini adalah sesi praktik melipat alat sholat (sajadah dan mukena). Materi ini bertujuan untuk menanamkan kemandirian dan rasa tanggung jawab terhadap kebersihan serta kerapian fasilitas ibadah pribadi. Siswa diajarkan bahwa menghadap Allah SWT harus dimulai dengan kesiapan alat sholat yang rapi dan suci.

Setelah jeda istirahat sejenak, keceriaan siswa berlanjut dengan kegiatan seni membuat lampion Ramadhan. Lampion-lampion hasil karya tangan siswa ini nantinya akan menghiasi sudut-sudut madrasah untuk menambah semarak bulan suci.
Memasuki sesi siang, materi keagamaan kembali diperdalam oleh Bapak Muhammad Saufi, S.Pd. Beliau memberikan penjelasan komprehensif mengenai Fikih Puasa, mulai dari syarat sah, rukun, hingga hal-hal yang membatalkan puasa. Sesi ini ditutup dengan kegiatan mewarnai kaligrafi bertema Ramadhan yang disambut antusias oleh para siswa.

Menjelang siang, madrasah memfasilitasi waktu untuk istirahat tidur siang (qailulah) di area yang telah disediakan. Hal ini dilakukan agar fisik siswa tetap terjaga dan tidak kelelahan selama menjalankan ibadah puasa di sekolah.
Rangkaian hari pertama ditutup dengan pelaksanaan Sholat Zuhur berjamaah. Setelah berdoa bersama, para siswa diperkenankan pulang ke rumah masing-masing dengan membawa ilmu dan pengalaman baru.
Bapak Mulkan, S. Pd., Gr., selaku Kepala MI Plus Al-Falah, memberikan apresiasi tinggi atas dimulainya rangkaian kegiatan ini. Beliau menekankan bahwa Pesantren Ramadhan bukan sekadar pengalihan tempat belajar, melainkan kawah candradimuka untuk mengasah adab.
“Alhamdulillah, hari pertama ini berjalan dengan penuh keberkahan. Pesan saya kepada anak-anak sekalian, manfaatkan waktu singkat ini untuk memperbaiki kualitas ibadah. Tadi kita belajar melipat sajadah dan mukena, itu adalah simbol bahwa ibadah harus dimulai dengan kerapian dan kedisiplinan. Saya ingin lulusan MI Plus Al-Falah tidak hanya cerdas, tapi memiliki akhlak yang lembut dan mandiri,” tutur Bapak Mulkan.
Beliau juga berpesan kepada orang tua siswa agar terus mendukung putra-putrinya selama berkegiatan di sekolah.
“Mari kita sinergi antara sekolah dan rumah. Apa yang dipelajari di madrasah hari ini, mohon dipantau juga praktiknya saat di rumah, terutama adab setelah sholat dan kemandirian menjaga alat ibadah masing-masing,” tambahnya.
Saksikan Dokumentasinya!
Foto dan video keseruan hari pertama Pesantren Ramadhan dapat Ayah/Bunda lihat langsung di Instagram resmi MI Plus Al-Falah.

Beri Komentar